| PPL-KKN Integratif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2014 |
Jam telah menunjukkan pukul 14.00 WIB tapi hp
masih diam tak berguming. Hari ini adalah hari dimana semua mahasiswa
mengalaminya sebagai action dari semua ilmu yang telah didapatkan selama tepat
6 semester. ”Katanya” .
Hari selasa 24 juni 2014 kami kelompok 7 meluncur
menuju tempat PPL KKN Integratif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lokasi PPL KKn berada
di “Geopark Gunung Sewu”. Gunung kidul nama alternatifnya dan kami ditempatkan
di MIN Wonosari yang tepatnya beralamatkan di jl. Semenrejo, pulutan, kec.
Wonosari, kab. Gunung kidul, Yogyakarta.
KKN yang sungguh tak terbayangkan sebelumnya. Baru
saja kami terbebas dan keluar dari zona merah mata kuliah semester 6 tiba-tiba
saja akan masuk ke zona kuning dan akan segera menjadi merah juga. Kelompok 7
terdiri atas 12 personil meliputi Hamam Fitriana yang akrab di sapa fitri ,
kemudian Wahyu atau away nama Fb_nya, lalu Arif yang melengkapi keduanya
menjadi trio teacher. Kemudian kubu cewek ada Fika yang memiliki suara amat
sangat menggelegar, Ulfi si hitam manis, Inka si Ndut yang imut, Rohmatul yang
memiliki expresi sangat datar, Prily yang biasa aja dan memiliki tinggi sangat
tidak SNI, Lili yang tinggi ramping dan sangat cocok sebagai pragawati
nampaknya, Endah yang sudah memiliki dedek yang lucu, Putri yang terkesan manja
serta Ais yang tidak suka bicara dan sangat pelit senyum. Masing-masing
memiliki sifat manis yang berbeda, atau mungkin ini kesan pertama. Dan aku merasa
agak ragu akan keberhasilan semua program jika dalam tempo satu minggu saja
sudah memperlihatkan sifat dan kebiasaa aslinya masing-masing.
PPL-KKN ini dimulai saat pemberangkatan dari
kampus tercinta yang dilakukan hari itu juga pada pukul 15.30. Dengan masih memegang
erat prinsip persatuan, kekompakan dan membawa satu tujuan kami berangkat
dengan membaca basmalah dihati masing-masing. Satu persatu sepeda motor kami
meninggalkan gerbang kampus dan bergerak menuju bascame yang sudah di survey
sebelumnya oleh tim yang bertugas. Saat tiba di lampu merah kedua tanpa aba-aba
endah salah satu personil berjalan tanpa henti dan ketika sadar harus putar
balik selama beberapa meter jauhnya. Lalu kelompok kamipun terpecah menjadi dua
bagian dan saya berada di kelompok belakang menunggu endah kembali dari
persinggahannya baru setelah beberapa saat kami menyusul dan menyatukan
kelompok karena ternyata kelompok depan menunggu sembari istirahat. Sekitar setengah
jam kemudian sampailah kami di tikungan tajam dengan tanjakan yang curam. Aku
bertindak sebagai penonton karena akulah satu-satunya personil yang tidak
mengendarai kendaraan sendiri. Takut dan khawatir membuatku dag dig dug
menyaksikan semua motor meliuk liuk mengikuti arus jalan yang licin, ramai
serta naik. Ditengah perjalan terjadi
insiden yang aku yakin semua anggota tidak akan melupakannya seumur hidup,
salah satu kendaraan kami berhenti di tikungan yang menanjak. Kami agak
terhenti karena khawatir terjadi sesuatu terhadap teman kami tersebut namun
karena jalanan yang super padat sontak terdengar suara menggelegar dari seorang
bapak-bapak yang sudah sangat tidak muda berteriak dan melontari kata-kata yang
sungguh tidah enak ditelinga. Perjalanan kami lanjutkan dengan lebih pelan dan
terkendali dan dengan hati-hati akhirnya sampai juga di tempat yang dimaksud
yaitu kontrakan tempat tinggal kami selama praktik 3 bulan esok.
Terlihat beberapa wanita yang masih muda serta remaja
dan anak kecil berada dihalaman rumah
kontrakan tersebut. Lalu dengan pasang muka ramah kami menyalaminya satu per
satu sebelum akhirnya Hamam sang ketua kelompok mengetuk pintu kontrakan. “Assalamualaikum”
ucap Hamam. Dan terdengar jawaban “Waalaikum salam” dari wanita paruh baya yang
merupakan pemilik dari rumah kontrakan. Setelah berbincang dan meminta ijin
barulah kami tau bahwa beliau meminta kami untuk memanggilnya Bu Sum. Padahal kami
sendiri tidak tahu siapa sebenarnya nama aslinya.
Bu Sum tinggal bersama anak-anak dan cucunya di
rumah sebelah kontrakan persis. Putranya yang akrab disapa Kang Rus itu adalah
salah satu orang yang mengurus MIN Wonosari yang akan kita jadikan tempat
praktik PPL-KKN besok. Dia juga yang stand by dirumah kntrakan karena kamarnya
yang berada di atap yang sama namun terletak di pojok bagian belakang.
Malam harinya suasana masih hangat dan antusias
menyambut hari esok sebagai hari peresmian atau penyerahterimaan kami sebagai
praktikan dari Dosen pembimbing lapangan kepada MIN Wonosari. Acarapun disusun
sedemikian rupa dan yang menjadi MC acara tersebut adalah Prily dan Lily. Sebenarnya
bukan yang terbaik , tapi yang bersedia lebih tempatnya. Karena ditunjuknya
mereka sebagai MC tak lain karena tanpa pemilihan kandidat dan tanpa banyak
pertimbangan.
Keesokan harinya tepatnya pada hari Rabu 25 Juni
kami berkumpul diruang yang tidak telalu luas dan terkesan membosankan itu
untuk menunggu yang ditunggu yaitu Bpk Sigit Prasetyo, S.Pd M.Pd Si selaku DPL
(Dosen Pembimbing Lapangan) yang akan menyerahkan kami secara resmi kepada Bpk
Saifulloh S.Ag. selaku kepala madrasah
MIN Wonosari. Acara demi acara telah terlewati dengan khidmat dan alhasil pada
pukul 11.00 WIB kami ber-12 resmi diserahterimakan oleh kampus kami UIN Sunan
Kalijaga kepada MIN Wonosari untuk selanjutnya menjalankan pengabdian kami
selama 3 bulan.
Semoga Allah melancarkan semua kegiatan dan acara
kami. Aminn . .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar