KOD SHOUTBOX KAMU!!!
KOD SHOUTBOX KAMU!!!

Minggu, 13 Juli 2014

Serah Terima Tunas Guru Di Ladang Ilmu

PPL-KKN Integratif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
2014






Jam telah menunjukkan pukul 14.00 WIB tapi hp masih diam tak berguming. Hari ini adalah hari dimana semua mahasiswa mengalaminya sebagai action dari semua ilmu yang telah didapatkan selama tepat 6 semester. ”Katanya” .
Hari selasa 24 juni 2014 kami kelompok 7 meluncur menuju tempat PPL KKN Integratif UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lokasi PPL KKn berada di “Geopark Gunung Sewu”. Gunung kidul nama alternatifnya dan kami ditempatkan di MIN Wonosari yang tepatnya beralamatkan di jl. Semenrejo, pulutan, kec. Wonosari, kab. Gunung kidul, Yogyakarta.
KKN yang sungguh tak terbayangkan sebelumnya. Baru saja kami terbebas dan keluar dari zona merah mata kuliah semester 6 tiba-tiba saja akan masuk ke zona kuning dan akan segera menjadi merah juga. Kelompok 7 terdiri atas 12 personil meliputi Hamam Fitriana yang akrab di sapa fitri , kemudian Wahyu atau away nama Fb_nya, lalu Arif yang melengkapi keduanya menjadi trio teacher. Kemudian kubu cewek ada Fika yang memiliki suara amat sangat menggelegar, Ulfi si hitam manis, Inka si Ndut yang imut, Rohmatul yang memiliki expresi sangat datar, Prily yang biasa aja dan memiliki tinggi sangat tidak SNI, Lili yang tinggi ramping dan sangat cocok sebagai pragawati nampaknya, Endah yang sudah memiliki dedek yang lucu, Putri yang terkesan manja serta Ais yang tidak suka bicara dan sangat pelit senyum. Masing-masing memiliki sifat manis yang berbeda, atau mungkin ini kesan pertama. Dan aku merasa agak ragu akan keberhasilan semua program jika dalam tempo satu minggu saja sudah memperlihatkan sifat dan kebiasaa aslinya masing-masing.
PPL-KKN ini dimulai saat pemberangkatan dari kampus tercinta yang dilakukan hari itu juga pada pukul 15.30. Dengan masih memegang erat prinsip persatuan, kekompakan dan membawa satu tujuan kami berangkat dengan membaca basmalah dihati masing-masing. Satu persatu sepeda motor kami meninggalkan gerbang kampus dan bergerak menuju bascame yang sudah di survey sebelumnya oleh tim yang bertugas. Saat tiba di lampu merah kedua tanpa aba-aba endah salah satu personil berjalan tanpa henti dan ketika sadar harus putar balik selama beberapa meter jauhnya. Lalu kelompok kamipun terpecah menjadi dua bagian dan saya berada di kelompok belakang menunggu endah kembali dari persinggahannya baru setelah beberapa saat kami menyusul dan menyatukan kelompok karena ternyata kelompok depan menunggu sembari istirahat. Sekitar setengah jam kemudian sampailah kami di tikungan tajam dengan tanjakan yang curam. Aku bertindak sebagai penonton karena akulah satu-satunya personil yang tidak mengendarai kendaraan sendiri. Takut dan khawatir membuatku dag dig dug menyaksikan semua motor meliuk liuk mengikuti arus jalan yang licin, ramai serta naik.  Ditengah perjalan terjadi insiden yang aku yakin semua anggota tidak akan melupakannya seumur hidup, salah satu kendaraan kami berhenti di tikungan yang menanjak. Kami agak terhenti karena khawatir terjadi sesuatu terhadap teman kami tersebut namun karena jalanan yang super padat sontak terdengar suara menggelegar dari seorang bapak-bapak yang sudah sangat tidak muda berteriak dan melontari kata-kata yang sungguh tidah enak ditelinga. Perjalanan kami lanjutkan dengan lebih pelan dan terkendali dan dengan hati-hati akhirnya sampai juga di tempat yang dimaksud yaitu kontrakan tempat tinggal kami selama praktik 3 bulan esok.
Terlihat beberapa wanita yang masih muda serta remaja dan anak kecil  berada dihalaman rumah kontrakan tersebut. Lalu dengan pasang muka ramah kami menyalaminya satu per satu sebelum akhirnya Hamam sang ketua kelompok mengetuk pintu kontrakan. “Assalamualaikum” ucap Hamam. Dan terdengar jawaban “Waalaikum salam” dari wanita paruh baya yang merupakan pemilik dari rumah kontrakan. Setelah berbincang dan meminta ijin barulah kami tau bahwa beliau meminta kami untuk memanggilnya Bu Sum. Padahal kami sendiri tidak tahu siapa sebenarnya nama aslinya.
Bu Sum tinggal bersama anak-anak dan cucunya di rumah sebelah kontrakan persis. Putranya yang akrab disapa Kang Rus itu adalah salah satu orang yang mengurus MIN Wonosari yang akan kita jadikan tempat praktik PPL-KKN besok. Dia juga yang stand by dirumah kntrakan karena kamarnya yang berada di atap yang sama namun terletak di pojok bagian belakang.
Malam harinya suasana masih hangat dan antusias menyambut hari esok sebagai hari peresmian atau penyerahterimaan kami sebagai praktikan dari Dosen pembimbing lapangan kepada MIN Wonosari. Acarapun disusun sedemikian rupa dan yang menjadi MC acara tersebut adalah Prily dan Lily. Sebenarnya bukan yang terbaik , tapi yang bersedia lebih tempatnya. Karena ditunjuknya mereka sebagai MC tak lain karena tanpa pemilihan kandidat dan tanpa banyak pertimbangan.
Keesokan harinya tepatnya pada hari Rabu 25 Juni kami berkumpul diruang yang tidak telalu luas dan terkesan membosankan itu untuk menunggu yang ditunggu yaitu Bpk Sigit Prasetyo, S.Pd M.Pd Si selaku DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) yang akan menyerahkan kami secara resmi kepada Bpk Saifulloh S.Ag.  selaku kepala madrasah MIN Wonosari. Acara demi acara telah terlewati dengan khidmat dan alhasil pada pukul 11.00 WIB kami ber-12 resmi diserahterimakan oleh kampus kami UIN Sunan Kalijaga kepada MIN Wonosari untuk selanjutnya menjalankan pengabdian kami selama 3 bulan.
Semoga Allah melancarkan semua kegiatan dan acara kami. Aminn . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar