Bagian 3
Kamulah cinta
Cinta... Begitu ia ingin menghampiri. Dengan tenang ia-pun datang. Diam
mengendap-endap. Kemudian mengendap. Menjelma menjadi dia. Menyatu dengan
sifat, begitu melekat, erat. Laksana lelehan aspal memenuhi Setiap jalan.
Setiap jengkal dan Setiap kehidupan. Sedang takdir insan adalah berani mengatur
langkah untuk melaluinya agar tidak terjebak dan mati sia karena cinta.
Cinta... Itu sebutan manisku
untuk orang terbaik yang singgah dan
mengisi setiap lembar hari demi hari yang kian berlalu. Dengan segala
tingkah konyolmu yang selalu berhasil
melebarkan senyumku,
kamulah pelipur lara saat aku menangis dan memberi sandaran ketika aku
terpuruk.
Kamu... kamu... dan kamu..
Tak terasa waktu kian berlalu
bersama kenangan yang masih melekat dalam setiap detailnya. Aku tak sadar
ternyata hati ini telah ingin berdiam, tenang dan aman didekapmu. Terkadang aku
tak mengerti dengan apa yang kurasa, apa yang kufikir dan apa yang ku lakukan .
Namun yang ku mengerti adalah apa yang ku lakukan itulah yang ku inginkan
dan apa yang ku fikirkan itu yang ingin ku ciptakan sedangkan apa yang ku rasa
adalah suatu perbedaan antara kenyataan dan angan angan. Aku mengerti cinta tak
terdefinisi namun aku coba memahami tentang cinta .
Cinta... Sebuah rasa yang
membuatku bahagia saat ini dan entah untuk hari esok.
Atau membuatku menangis hari ini dan entah juga untuk esok hari. Namun kenapa aku harus tanyakan kalau cintaku hari ini membuatku tak ingin beralih ke hari esok?
Atau membuatku menangis hari ini dan entah juga untuk esok hari. Namun kenapa aku harus tanyakan kalau cintaku hari ini membuatku tak ingin beralih ke hari esok?
Kamu selalu manis bahkan saat
kau buat aku menangis, kamu selalu indah bahkan saat kamu membuat aku marah. Dan kini
kamu begitu berbeda saat aku mencoba mengerti kamu, mengerti keadaanmu dan
bahkan keinginanmu. Kamu seolah tak acuh dengan permainanku, permainan yang
memainkan perasaan hatiku dan aku merindukanmu yang dulu.
Apakah kamu sadar, kamu kembali menyayat hatiku. perih, sakit
dan sesak. Kamu selalu bilang "kepercayaan itu mahal harganya". kalau
memang itu nyata apalah arti sebuah harga jika sakit hati menjadi
sirna.
Sunyi kembali menyeruak saat
kau mungkin tak lagi ada untukku. tapi tetap saja hati ini tak kan pernah
mampu berdusta ketika ia telah yakin. kamulah sosok yang ku harap hadir sejak
dulu. kamu yang ku harapkan selalu disisiku dan menjawab permohonan yang selama
ini aku munajatkan pada-Nya. kamu tak pernah melewatkan sedetikpun waktu untuk
tahu tentang aku. Untuk memberi madu dan menyingkirkan semua duri
yang hampir melukai aku dan kita. Dan aku tahu kamu adalah jiwaku.
Hari ini cerah seindah senyumku yang kurasa adalah senyum
termanisku. Namun saat kau melihatku aku tak seceria itu lagi. kenapa sinar mata
itu meredup ? Sekali lagi aku katakan kamu beda. Namun bagaimanapun aku bangga padamu . Aku
mendukungmu apapun yang ingin kamu lakukan. kamu ya kamu ... Kamu yang mereka
butuhkan saat ini ,dan aku janji kan selalu ada disampingmu tuk menemanimu.
Cinta ...
Maafkan aku yang terkadang
iri dan tak rela dimadu dengan mereka, maafkan aku yang kadang bertindak bak
anak kecil yang merengek. Maaf, maaf,dan maaf aku belum bisa melakukan apapun
untukmu atau bahkan hanya mnambah pikiran dan beban dipundakmu, ini isi hatiku
saaat ini. Aku merindukanmu, aku rindu saat kamu hanya milikku, saat waktumu
hanya untukku dan saat sayangmu hanya tercurah padaku. Aku merasa jauh dengan itu, aku tahu kamu sayang aku tapi yang
aku ingin adalah beradamu disisiku.
Mungkin aku terlalu cengeng dan banyak memikirkan sesuatu
yang tak seharusnya aku pikirkan. Aku hanya ingin sedikit waktumu lagi seperti
hari kemarin ....
Tak Lebih ...
Aku terlalu mudah menyerah pada
cinta. Padahal cinta itu egois, cinta tak mau disakiti tapi ia tak memahami
hati. Cinta pergi meninggalkan benci, dan benci itulah yang kan kian abadi.
Hari
ini tepat satu bulan semenjak q berada
jauh darimu, namun yang kurasa semua sama bahwa kamu tak pernah mengerti aku. Aku berfikir karena perbedaan yang jauh. Atau mugkin karena alasan yang tak bisa
kupahami.
Saat
aku dengar ternyata cintamu masih sebatas kata dan khayalan belaka. Tak berani memulai
apalagi memiliki. Saat itulah aku tau cintamu tak seprti harapanku. Cintamu
semu dan membuatku ragu. yang aku tau saat kamu belum siap memilikku berarti
kamu harus siap untuk kehilanganku.
Cinta
..
Cinta
adalah bukan bagaimana menyatukan perbedaan untuk menciptakan persamaan, namun
bagaimana menciptakan pengorbanan karena perbedaan yang tak mungkin menjadi
sama. Kata-kata yang indah nan selalu terngiang di anganku.
Aku
memang memiliki cinta yang besar untukmu, namun apakah kau balas dengan rasa
sayang yang sama besar? Aku mungkin rela mati
untukmu, namun apakah kamu mau berkorban demi hidupku? Aku
mungkin mau mennggalkan semua kehidupanku untukmu, namun apakah kamu mau
merubah kehidupanmu untukku ? Semua kenyataan membuat
aku berfikir, cinta itu boleh dimiliki namun tak harus menguasai hati, boleh
dirasa namun tak harus menghilangkan logika, boleh diagungkan namun dengan
tetap melihat kenyataan, dan boleh diperjuangkan ketika semuanya telah
memperlihatkan masa depan.
Ternyata
begitu sulitnya menentukan jalan hidup. Saat teringat masa kecil inginku
kembali ke masa itu, dengan semua tigkahku yang tanpa banyak aturan, dengan
senyumku yang lepas tanpa menyimpan beban, yang tak henti berceloteh tanpa
rahasia sedikitpun dan dengan wajah polos yang tanpa dusta.
Ingin
aku teriak sekencang kencangnya, begitu sesaknya hati ini, begitu terasa berat
beban yang aku rasa, begitu tertekannya aku dengan semua aturan ini, dan inilah
wajah polos yang amat sangat banyak menyimpan dusta.
Aku
mendengar bahwa cinta itu tak harus memiliki, tapi jujur aku ingin memiliki
cintaku. karena cintakulah aku masih punya semangat hidup,
karena cintakulah yang menjadi pelabuhanku saat aku ingin menepi, dan karena
itulah cintaku menjadi segalanya untukku.
Tepat
pukul 14.30 WIB pesawat yang menerbangkanku dari Pangkalanbun tiba di Bandara
Ahmad Yani Semarang. Tampak seorang pria menghampiriku di depan pintu keluar.
Ialah yang akan mengantarkanku ke kota Yogyakarta. Tempat yang selama kurang lebih dua tahun
menemaniku dengan segala hiruk pikuknya. Sekilas kebahagiaan terlihat di
wajahku. Yaa …! Inilah duniaku, ini dunia yang penuh kebebasan, bukan dunia
yang penuh belenggu dan dengan segala aturan.
Setelah
waktu demi waktu berlalu tiba aku dengan lelahnya di kamarku yang mulai dihuni
oleh sarang laba-laba. Rupanya senja telah tiba dan haripun mulai gelap. Saat
itulah aku inginkan cintaku ada disini bersamaku. Dengan
senyumanmu menyambutku didepan penantianku atas rasa rindu yang selama ini kian
menyiksa, hatiku kian gembira. Ingin rasanya ku membagi ceritaku denganmu
membagi semua yang terjadi padaku selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar