KOD SHOUTBOX KAMU!!!
KOD SHOUTBOX KAMU!!!

Selasa, 25 Februari 2014

Rinduku Untuk Cinta 3



Bagian 3
Kamulah cinta


Cinta... Begitu ia ingin menghampiri. Dengan tenang ia-pun datang. Diam mengendap-endap. Kemudian mengendap. Menjelma menjadi dia. Menyatu dengan sifat, begitu melekat, erat. Laksana lelehan aspal memenuhi Setiap jalan. Setiap jengkal dan Setiap kehidupan. Sedang takdir insan adalah berani mengatur langkah untuk melaluinya agar tidak terjebak dan mati sia karena cinta.



Cinta... Itu sebutan manisku untuk orang  terbaik yang singgah dan mengisi setiap lembar hari demi hari yang kian berlalu. Dengan segala tingkah konyolmu  yang selalu berhasil melebarkan senyumku, kamulah pelipur lara saat aku menangis dan memberi sandaran ketika aku terpuruk.



Kamu... kamu... dan kamu..

Tak terasa waktu kian berlalu bersama kenangan yang masih melekat dalam setiap detailnya. Aku tak sadar ternyata hati ini telah ingin berdiam, tenang dan aman didekapmu. Terkadang aku tak mengerti dengan apa yang kurasa, apa yang kufikir dan apa yang ku lakukan . Namun  yang ku mengerti adalah apa yang ku lakukan itulah yang ku inginkan dan apa yang ku fikirkan itu yang ingin ku ciptakan sedangkan apa yang ku rasa adalah suatu perbedaan antara kenyataan dan angan angan. Aku mengerti cinta tak terdefinisi namun aku coba memahami tentang cinta .



Cinta... Sebuah rasa yang membuatku bahagia saat ini dan entah untuk hari esok.
Atau membuatku menangis hari ini dan entah juga untuk esok hari. Namun kenapa aku harus tanyakan kalau cintaku hari ini membuatku tak ingin beralih ke hari esok?



Kamu selalu manis bahkan saat kau buat aku menangis, kamu selalu indah bahkan saat kamu membuat aku marah. Dan kini kamu begitu berbeda saat aku mencoba mengerti kamu, mengerti keadaanmu dan bahkan keinginanmu. Kamu seolah tak acuh dengan permainanku, permainan yang memainkan perasaan hatiku dan aku merindukanmu yang dulu.



Apakah kamu sadar,  kamu kembali menyayat hatiku. perih, sakit dan sesak. Kamu selalu bilang "kepercayaan itu mahal harganya". kalau memang itu nyata apalah arti sebuah harga jika sakit hati menjadi sirna.



Sunyi kembali menyeruak saat kau mungkin tak lagi ada untukku. tapi tetap saja hati ini  tak kan pernah mampu berdusta ketika ia telah yakin. kamulah sosok yang ku harap hadir sejak dulu. kamu yang ku harapkan selalu disisiku dan menjawab permohonan yang selama ini aku munajatkan pada-Nya. kamu tak pernah melewatkan sedetikpun waktu untuk tahu tentang aku. Untuk memberi madu dan menyingkirkan  semua duri  yang hampir melukai aku dan kita. Dan aku tahu kamu adalah jiwaku.



Hari ini cerah seindah senyumku yang kurasa adalah senyum termanisku. Namun saat kau melihatku aku tak seceria itu lagi. kenapa sinar mata itu meredup ? Sekali lagi aku katakan kamu beda. Namun bagaimanapun aku bangga padamu . Aku mendukungmu apapun yang ingin kamu lakukan. kamu ya kamu ... Kamu yang mereka butuhkan saat ini ,dan aku janji kan selalu ada disampingmu tuk menemanimu.



Cinta ...

Maafkan aku yang terkadang iri dan tak rela dimadu dengan mereka, maafkan aku yang kadang bertindak bak anak kecil yang merengek. Maaf, maaf,dan maaf aku belum bisa melakukan apapun untukmu atau bahkan hanya mnambah pikiran dan beban dipundakmu, ini isi hatiku saaat ini. Aku merindukanmu, aku rindu saat kamu hanya milikku, saat waktumu hanya untukku dan saat sayangmu hanya tercurah padaku. Aku merasa jauh dengan itu, aku tahu kamu sayang aku tapi yang aku ingin adalah beradamu disisiku.



Mungkin aku terlalu cengeng dan banyak memikirkan sesuatu yang tak seharusnya aku pikirkan. Aku hanya ingin sedikit waktumu lagi seperti hari kemarin ....

Tak Lebih ...



Aku terlalu mudah menyerah pada cinta. Padahal cinta itu egois, cinta tak mau disakiti tapi ia tak memahami hati. Cinta pergi meninggalkan benci, dan benci itulah yang kan kian abadi.



Hari ini tepat satu bulan  semenjak q berada jauh darimu, namun yang kurasa semua sama bahwa kamu tak pernah mengerti aku. Aku berfikir karena  perbedaan yang jauh. Atau mugkin karena alasan yang tak bisa kupahami.



Saat aku dengar ternyata cintamu masih sebatas kata dan khayalan belaka. Tak berani memulai apalagi memiliki. Saat itulah aku tau cintamu tak seprti harapanku. Cintamu semu dan membuatku ragu. yang aku tau saat kamu belum siap memilikku berarti kamu harus siap untuk  kehilanganku.



Cinta ..

Cinta adalah bukan bagaimana menyatukan perbedaan untuk menciptakan persamaan, namun bagaimana menciptakan pengorbanan karena perbedaan yang tak mungkin menjadi sama. Kata-kata yang indah nan selalu terngiang di anganku.



Aku memang memiliki cinta yang besar untukmu, namun apakah kau balas dengan rasa sayang yang sama besar? Aku mungkin rela mati untukmu, namun apakah kamu mau berkorban demi hidupku? Aku mungkin mau mennggalkan semua kehidupanku untukmu, namun apakah kamu mau merubah kehidupanmu untukku ? Semua kenyataan membuat aku berfikir, cinta itu boleh dimiliki namun tak harus menguasai hati, boleh dirasa namun tak harus menghilangkan logika, boleh diagungkan namun dengan tetap melihat kenyataan, dan boleh diperjuangkan ketika semuanya telah memperlihatkan masa depan.



Ternyata begitu sulitnya menentukan jalan hidup. Saat teringat masa kecil inginku kembali ke masa itu, dengan semua tigkahku yang tanpa banyak aturan, dengan senyumku yang lepas tanpa menyimpan beban, yang tak henti berceloteh tanpa rahasia sedikitpun dan dengan wajah polos yang tanpa dusta.



Ingin aku teriak sekencang kencangnya, begitu sesaknya hati ini, begitu terasa berat beban yang aku rasa, begitu tertekannya aku dengan semua aturan ini, dan inilah wajah polos yang amat sangat banyak menyimpan dusta.



Aku mendengar bahwa cinta itu tak harus memiliki, tapi jujur aku ingin memiliki cintaku. karena cintakulah aku masih punya semangat hidup, karena cintakulah yang menjadi pelabuhanku saat aku ingin menepi, dan karena itulah cintaku menjadi segalanya untukku.



Tepat pukul 14.30 WIB pesawat yang menerbangkanku dari Pangkalanbun tiba di Bandara Ahmad Yani Semarang. Tampak seorang pria menghampiriku di depan pintu keluar. Ialah yang akan mengantarkanku ke kota Yogyakarta.  Tempat yang selama kurang lebih dua tahun menemaniku dengan segala hiruk pikuknya. Sekilas kebahagiaan terlihat di wajahku. Yaa …! Inilah duniaku, ini dunia yang penuh kebebasan, bukan dunia yang penuh belenggu dan dengan segala aturan. 



Setelah waktu demi waktu berlalu tiba aku dengan lelahnya di kamarku yang mulai dihuni oleh sarang laba-laba. Rupanya senja telah tiba dan haripun mulai gelap. Saat itulah aku inginkan cintaku ada disini bersamaku. Dengan senyumanmu menyambutku didepan penantianku atas rasa rindu yang selama ini kian menyiksa, hatiku kian gembira. Ingin rasanya ku membagi ceritaku denganmu membagi semua yang terjadi padaku selama ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar