KOD SHOUTBOX KAMU!!!
KOD SHOUTBOX KAMU!!!

Selasa, 03 Desember 2013

" Tawa dalam tangis di 3 Desember "



Malam itu teriakan kami begitu keras dan ikhlas. Yang menandakan pertama kalinya aku dan kawan kawan benar benar mencoba dan merasakan adrenalin naik 100% dari biasanya. Tepat malam Rabu di Alun-alun utara kota Yogyakarta aku, Evi, Andika, Fitra, Jafar,Kazhu, Riza dan Amin memutuskan untuk berjalan-jalan mengitari acara sekatenan yang memang diadakan setiap tahun.


Sesampainya di pintu masuk area pasar malam raut muka masing memperlihatkan begitu inginnya menghempaskan diri dikasur alias ngantuk berat. Namun Andika mengusulkan untuk mencoba sesuatu yang seru agar mata kembali terbuka dengan lebar. “KORA_KORA” adalah jawaban yang terdengar sangat menakjubkan dari mulut seorang cowok yang selalu menggunakan bahasa jogja versi ngapak itu. Respon kita semua biasa saja karena memang sebagian dari kami pernah merasakannya di Ancol Jakarta.

Namun ini ada di tengah “pasar malam” bukan diancol. Dan karena inilah yang mendorong kita semua untuk naik ke singgasana kora-kora yang cukup tinggi. Sejenak terdiam dan aku menyaksikan  sesekali Amin yang notabene cowok paling “sok” cool diantara kami berkomat-kamit membaca do’a, mungkin dalam hatinya meminta restu dari tuhan dan memanggil-manggil nama ibunya.  Fitra malah lebih memutuskan untuk tinggal dibawah dan menonton daripada harus pingsan diatas sana nantinya.

Sesaat sebelum naik terjadi dilema diantara kami yaitu antara yakin dan tidak yakin. Kami dilema karena ini menyangkut hidup dan mati kata ku. Setelah mempersiapkan semua keberanian dan nyali akhirnya dengan berani kita memulai expedisi. Lalu sesaat setelah kami naik dengan segera operator menyalakan mesin yang menjadi satu satunya setir kapal kora-kora kami.

Aaaaa...aaaa.....
Teriakan itu sangat khas, yaitu dari suara Kazhu, Ja’far dan riza yang terdengar hampir seperti paduan suara yang sanyat memperlihatkan kefalesan_nya. Mereka mengambil posisi di ujung kabin bagian belakang. Terlihat ketakutan namun tetap menikmati tampaknya ketika ku lihat dari ujung kabin sebelah depan. Barisanku terdiri dari aku, Evi, Andika, dan Amin. Namun mana suaranya ???? kami semua terdiam dengan menahan rasa takut dan memperlihatkan wajah pucat kami. Amin malah mengatakan ingin menangis dan sontak membuatku tertawa dengan muka hampir menangis juga. Mungkin pasukan kabin belakang sangat ingin mentertawakan ekspresi wajah kami namun mereka lebih memilih menyimpan tertawanya dan melanjutkan teriakannya.

Kapal kora-kora kami berjalan hampir 6 menit dengan beberapa kali titik klimaks. Kami benar-benar merasa posisi kami berada di puncak ketinggian yang membuat nyawa kami terasa hilang sebagian. “Fyuhh akhirnya penderitaan ini berakhir” begitu kata evi yang sesegera mungkin menyandarkan dirinya pada kazhu. Sesegera mungkin kami meluapkan kesan kami masing-masing dengan tawa yang lepas. Padahal sebenarnya tawa itu untuk diri sendiri. Dan pada endingnya perjalanan pulangpun tak terelakkan setelah lelah ini melanda kami serta waktu yang kian beralih menuju pada pagi hari.
;-) ;-) ;-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar