Sunyi kembali menyeruak saat kau mungkin tak lagi ada untukku.
tapi tetap saja hati ini tak kan pernah mampu berdusta ketika ia telah yakin.
kamulah sosok yang ku harap hadir sejak dulu..
kamu yang ku harapkan selalu disisiku .
menjawab permohonan yang selama ini aku munajatkan pada-Nya.
kini kamu begitu berbeda saat aku mencoba mengerti kamu.
mengerti keadaanmu dan bahkan keinginanmu.
tapi kamu seolah tak acuh dengan permainanku, permainan yang memainkan perasaan hatiku..
kamu kembali menyayat hatiku ,,
perih, sakit dan sesak.
kamu bilang "kepercayaan itu mahal harganya"
kalau memang itu nyata berapapun harganya kan ku beli untuk obati rasa sakit hati ini ..
kamu berhasil melakukan hal baru yang terbaik untuk mereka.
namun kamu pun berhasil meninggalkan hal hal terbaik yang pernah kamu lakukan untukku.
kamu jadikan mereka lebih utama dari pada aku yang hanya kamu anggap pertama,
bolehkah aku marah ?
apa aku egois ?
bukannya kamu mengerti aku ?
atau aku yang tidak mengerti kamu ?
"TERSERAH" ..
itulah kata terakhirku saat kehabisan rangkaian kata.
dan "TERUSKANLAH" itulah jawabanmu yang makin membuatku tak suka.
ini teruntuk dirimu yang mungkin harus lebih banyak belajar membagi hati, waktu, dan pikiranmu.
aku tak mau kamu mendapatkan hal baru dan harus kehilangan milikmu.
Love you...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar